Prepare to bali, #1

Berawal dari Impian untuk pergi ke Singapura.

Permulaan Kelas 3 SMA masih ingat betul, bagaimana menyusun impian untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri (selain alternatif yang juga direncanakan adalah kuliah di PTN dan di ikatan dinas; yang jelas tidak ada rencana untuk berhenti dalam hal pendidikan). NTU (Nanyang Technology University) itulah kira-kira yang dengan tinta hitam tertuliskan dalam planing akademik dalam map hitam yang didalamnya terdiri berlembar lembar catatan-catatan keinginan, catatan-catatan rencana dan harapan serta cita-cita yang tertulis nyata beserta aktivitas terjadwal setiap jam untuk pencapaian melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri.

Faktor utama yang mempengaruhi impian seseorang ternyata memang tidak terlepas dari lingkungan sekitar orang tersebut berada, jadi Tidak ada salahnya lho kalo kita berusaha banyak berteman dengan orang-orang yang baik dan optimis yang punya semangat untuk maju. Yah, keberanian bermimpi untuk memiliki niat melanjutkan pendidikan pun tercipta karena banyak kakak-kakak kelas dari SMA yang bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi dengan lancar dan sukses, ditambah dengan saling bertukar impian dengan teman-teman karib selama masa putih abu itu berlangsung. akibatnya terjadi sebuah dorongan dan motivasi saling menguatkan satu sama lain mengenai cita-cita yang akan kita capai.

Singapura, begitulah nama negara yang sempat terbesit untuk dijadikan tempat pendidikan. Dengan alasan karena negara ini memiliki perkembangan sektor jasa yang optimal serta teknologi yang mutakhir (pikir saya dulu semasa SMA) memberikan kelayakan dengan mengaply Fellowship untuk jurusan yang saya ambil adalah Manajemen. sampai saat ini jika saya ingat masa-masa itu, menyusun jadwal untuk aktivitas persiapan tes ke luar negeri sampai detail dari waktu ke waktu; jam ke jam penggunaan waktu untuk terget yang telah saya tentukan.

walaupun sebuah impian namun impian itulah yang membuat saya senang menjalani kehidupan selama SMA. dengan memiliki geng kecil-kecilan NARLY, sempat juga membuat jaket Genk, namun aktivitas dalam berkesenian tradisional, mengaji dan berorganisasi tidak pernah saya tinggalkan… dan masa putih abu pun telah terlewati sekarang saya telah beranjak ke masa yang lebih dewasa (Cieee,.. dewasa ceunah :D).

Setelah 2 tahun di kampus pun, Singapura masih tetap terbersit dalam planing saya untuk menjadikannya sebagai langkah awal menginjakan kaki keluar dari daerah jawa barat dan jakarta (toh, memang saya jarang bepergian jauh-jauh, ahaha). Terbukti tingkat 2 di kampus IPB tercinta, singapura (ditambah bali) pun menjadi target anak-anak kelas saya untuk dijadikan tempat Fieldtrip, namun sampai tingkat empat rencana itu gagal juga (tercatat dalam buku kenangan kelas manajemen IPB 45, Bali dan Singapura sebagai Our Sweet Dream). padahal saya pun sudah mulai memancing agar bisa semangat untuk keluar negeri salah satunya dengan membuat Passport bersama teman saya yang kedua passport itu sampai saat ini masih bersih suci, belum ternoda oleh tinta pengelana (tanda dari berbagai negara)…jleb….kemudian hening.

Sebelum mengakhiri tingkat 4 saya suka berdiskusi dengan teman dekat saya mengenai merasakan dunia lain (dunia luar negeri) ini. tapi ya seperti tadi ternyata memang saya masih belum diberikan kesempatan sampai saat ini untuk menginjakan kaki ke Singapura. Padahal sebelumnya, Liburan semester 7 kita sudah mempersiapkan secara finansial dengan menyisihkan uang yang dimiliki untuk bepergian ke Singapura. namun saat mau mengadakan transaksi pembayaran pesawat, tempat menginap dll. kita masih tersendat dengan tidak memilikinya kartu kredit, padahal pas waktu kejadian uang yang dianggarkan sudah ditangan… tapi tetap saja tidak bisa dan akhirnya kami pun membatalkan untuk pergi ke Singapura karena permasalahan KARTU KREDIT yang kami sebagai mahasiswa memang belum bisa/layak memilikinya.

Sampai saat ini ke singapura pun masih menjadi impian saya dan teman saya. mudah-mudahan saja di lain kesempatan yang terbaik, saya dan teman saya dapat berkunjung ke sana dalam rangka rekreasi ahaha.

Rencana ke Singapura gak jadi, Putar arah saja ke Bali.

Sensasi Perjalanan yang Jauh, itulah sebenarnya yang saya cari yang tentunya dapat dirasakan melalui perjalanan, penglihatan, dan merasakan suasana baru dari luar daerah yang pernah saya tinggali.

Karena masalah Kartu Kredit, Dulu rencana ke singapura gak jadi tapi saya dan teman saya putar arah untuk ke Bali. banyak yang bilang mau ngapain sih ke Bali? banyak hal sih sebenarnya yang ingin saya dan teman saya wujudkan. salah satunya adalah dengan kebali berarti saya sudah mencoba melewati selat (itu adalah salah satu prasyarat menjadi teman saya – kata teman saya, ckckck).

Kini, sekarang, sabtu, 23 juni 2012 saya dan teman saya sedang mempersiapkan untuk melengkapi segala hal yang berhubungan dengan bagPaker ke bali. Tiket untuk pemberangkatan kereta yang dengan susah payah oleh teman saya beli, dalam antri mulai dari jam 5 subuh  (H-7 pemberangkatan) pun sudah ditangan dan siap-siap berangkat hari minggu besok tanggal 24 juni 2012 ke bali dimulai dari Stasiun Pasar Senen. Tiket perjuangan itu adalah untuk tiket pemberangkatan kereta perjalanan ke tempat BagPaker yang kita rencanakan yaitu Bali.

#Beli Tiket itu……

1. Perlu taktik yang unik. inilah sebuah kebaruan perusahaan perkretaapian di indonesia. sejak mulai diberlakukannya sistem baru PT Kreta api, untuk tiket ekonomi ternyata konsumen/nasabah/penumpang dari kreta api bisa membelinya mulai dari h-7 pemberangkatan. Nah ketika pertama kali saya dan teman saya membeli tiket, karena kita dari bogor jam 7, sampai pasar senen jam 9, akhirnya tiket pemberangkatan 23 Juni 2012 pun sudah terjual habis. akhirnya teman saya berusaha membeli tiket untuk tanggal 24 juni yang dibeli pada tanggal 17 juni 2012 dengan sebelumnya antri di loket dari jam 5 subuh, walaupun Loket buka jam 7, namun penumpang banyak yang menginap dan jam 5 sampai di stasiun Senen pun teman saya hanya kebagian di pertengahan antrian, namun akhirnya tiket perjalanan pemberangkatan pun dapat terbeli. Sehingga dari pelajaran ini dapat saya simpulkan bahwa agar dapat membeli tiket kreta api, perlu taktik yang unik didalamnya.”

2. Jangan lupa Fotokopi KTP, Dengan sistem baru Perkretaapiaan, ada sebuah prosedur yang harus ditaati oleh penumpang yaitu apabila akan memesan tiket harus pula melampirkan Foto kopi KTP atau identitas pengenal lainnya. Aturan pun kini hanya orang yang didaftarkan sesuai KTP lah yang bisa menduduki kursi pada saat kereta akan diberangkatkan, sehingga sekarang mudah-mudahan kreta dapat bersigat manusiawi. “Menjual Tiket Sesuai Jumlah kapasitas Kursi yang ada dalam Kreta”.

3. Pembelian Tiket yang Tepat Waktu. buat pembaca yang mau mudik atau jalan-jalan ke luar kota yang menggunakan kreta api, saat ini harus diperhatikan lagi waktu kedatangan dan berapa hari lama aktiivitas akan dilakukan di tempat yang kita kunjungi. oleh karena itu, membeli tiket di waktu yang tepat adalah syarat mutlak kita dapat memanaje semua hal dalam perjalanan perkeretaapian di Indonesia. semoga tulisan ini dapat mengingatkan saya.

Prepare to Bali

keberangkatan ke bali memang harus diperhatikan segala sesuatu persiapannya. dan persiapan yang telah kami lakukan pada bagian #1 ini adalah, mencari tulisan-tulisan dari perjalanan BagPaker yang orang lain telah lakukan dari jakarta ke Bali.

Dari sisi jadwal agenda mau ngapain di bali, 4 hari yang lalu pun memang telah bareng-bareng dibahas.. dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, dengan tujuan agar BagPaker yang saya lakukan dapat berjalan dengan optimal.

Siapkan uang secukupnya. dalam hal ini saya memang dari beberapa bulan lalu saya telah menabung kecil-kecilan untuk persiapan pemberangkatan ke bali. dengan tabungan yang ada, jadinya kita tidak perlu lagi meminta uang untuk fieldtrip dkknya kepada orang tua.

Prepare terakhir yang telah saya lakukan adalah memastikan tiket untuk berangkat dan pulang telah ada ditangan. untuk tiket pemberangkatan saat ini memang telah dibeli dan ada di saya. Namun untuk tiket pulang, kami masih harus berjuang besok pagi agar dapat loket terdepan dan Stasiun yang kita harapkan, tiketnya dapat saya mikili.

Mohon doanya rekan-rekan semoga besok pagi saya dapat tiket untuk pulang ke jakarta… (Amiin)

#Menunggu Jam 2 dini hari – Pembelian tiket pulang

dalam suasana pra pertandingan EURO 2012 antara  Yunani dan Jerman

About kang Rahmat

Sedang berusaha membangun ABdi Group, MRL, dan M&M. | mau lebih kenal dekat, cek Notes kang Rahmat di http://rahmatnugraha.net

Posted on 23 Juni 2012, in Bali I'm Comming, detik demi detik and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: