Perkuliahan semester terakhir selesai.

Menyelesaikan Skripsi itu adalah Perjuangan Mahasiswa Tingkat Akhir (Nugraha, 2012) dalam #kutipan-kutipan SEPI (K) 

Bagi seorang mahasiswa semester 8 seperti saya, menjalani perkuliahan pada  semester akhir itu adalah banyak pelajaran yang menjadi hikmah didalamnya. Dimulai dari pengisian KRS  (kartu rencana Studi) yang butuh pertimbangan matang, pertimbangan mengambil MK Seminar Skripsi, pertimbangan mengambil 25 SKS (lho kok semester akhir masih saja mengambil banyak SKS?), mengundurkan diri dari beberapa organisasi (maaf banget), dikejar-kejar dosen untuk mengejakan skripsi, sampai selesai perkuliahan selesai juga proposal penelitian, Hikmah menjaga Waktu “Sebuah pesan tersirat dari bimbingan dosen”, dan terakhir keinginan dosen yang menginginkan saya lulus dengan cepaat (baca: bulan Juli/agustus udah sidang…. Aaminnn Ya Rabb). Yah banyak hal yang memang semester ini saya rasa adalah akumulasi dari perjalanan selama saya hidup di kampus tercinta ini. Pun Hikmah yang tentunya tidak terlepas didalamnya.

Pengisian KRS  (kartu rencana Studi) yang butuh pertimbangan matang

Masih ingat betul ketika memulai semester 8. dan seperti biasanya di awal semester itu, aktivitas pertama kali yang dilakukan mahasiswa adalah mengisi KRS, begitu pun dengan saya. KRS itu adalah kepanjangan dari Kartu Rencana Studi. Jadi KRS ini sebagai bentuk konfirmasi dari mahasiswa kepada pihak instansi (kampus) bahwa dia akan mengambil perkuliahan untuk satu semester ke depan (*syarat dan ketentuan berlaku), kalo misalnya tidak melakukan pengisian KRS berarti berniat untuk non aktif selama satu semester.

“Mengulang atau memperdalam (itu sama saja)”, intinya adalah kembali mengingat dan mencari ilmu yang belum kita fahami betul. dan inilah pula yang membuat Semester 8 saya masih kuliah dan mengambil KRS. dan seperti biasa pertimbangan matang pun telah saya buat, saya berencana untuk mengulang ini karena saya sadar dulu ketika mengambil MK ini, memang tidak maksimal dalam pembelajaran dan dalam proses pemahamannya. sehingga 2 MK ini memang wajib untuk diulang (walaupun dalam standar kampus, udah dianggap lulus).

Mata kuliah yang diperdalam itu berjumlah 2 MK (setara dengan 6 SKS). Nah, pertimbangan kedua saya adalah kalo semester ini hanya mengambil 6 SKS berarti banyak waktu luang juga dong semester ini. akhirnya saya pun mengambil SC- SC yang lain yaitu 12 SKS jadi total SKS yang saya ambil adalah 18 SKS dengan 6 Mata Kuliah.

Pertimbangan mengambil 25 SKS

Di akhir pengisian KRS B saya berkonsultasi dengan dosen pembimbing skripsi, dan setelah berbicara panjang lebar saya pun menyetujui. yang saya setujui adalah saya akan mengambil seminar dan skripsi (setara 7 SKS) pada semester ini juga.  Akhirnya dengan beberapa Prosedur yang telah dilewati di bagian administrasi pendidikan saya pun dapat mengambil 25 SKS semester ini, dan targetnya adalah selesai perkuliahan, KELULUSAN juga pendidikan saya di semester 8 ini, di kampus ini (#hope).

Mengundurkan Diri dari Organisasi

Proses 25 SKS itu memang membutuhkan porsi waktu yang lebih dibanding dengan SKS yang lebih kecil darinya. dengan seringnya bimbingan dengan dosen pembimbing (baik di kampus, dan keseringannya sih di Rumah beliau) proporsi saya di perkuliahan pun semakin lebih mendominasi dibanding keluar daerah bogor. Alhasil, organisasi yang di Jabodetabek pun saya lepas dengan pertimbangan karena saya ingin fokus kepada semester 8 saya.

Dikejar-Kejar dosen untuk mengejakan skripsi

Bisa di bilang dengan mengambil kuliah yang 18 SKS saya pun kadang melupakan 7 SKS (Skripsi dan Seminar) yang memang sebenarnya saya ambil juga di semester ini. Tapi disisi lain saya bersyukur karena pembimbing saya yang senantiasa mengingatkan untuk mengerjakan skripsi. hehe… banyak hal yang membuat kelancaran dalam pembuatan skripsi ini. saya sangat menghormati beliau karena memang bagi saya sekalipun dikejar-kejar, yang penting Skripsi saya selesai juga #eaaaaaaaaaaa

Hikmah menjaga Waktu “Sebuah pesan tersirat dari bimbingan dosen”

Pelajaran yang saya dapatkan semester ini adalah hakikat menjaga waktu. Hmm, benar sekali ada pepatah yang mengatakan bahwa waktu itu barat pedang. dari seorang sosok Dosen pembimbing saya merasakan sekali. gambaran mengenai kejadian yang penuh dengan hikmah itu yang bakal saya ingat adalah ketika pertama kali saya janjian dengan beliau Rabu jam 09.00 – 9.30 di Ruang XYZ, karena keteteran pertama kali belum selesai mengerjakan proposal, akhirnya saya baru bisa menyelesaikan proposal jam 09.20.. langsung saya berusaha menemui beliau dan tiba di ruangan jam 09.40, akhirnya saya hanya mendapati ruangan kosong dan penjaga bilang bahwa dosen saya ada agenda lain. hmmm, itulah titik pertama saya mendapatkan pelajaran, bahwa saya harus bisa memanaje waktu, dari sana saya pun kemudian berbincang-bincang dengan dosen yang memang bertugas di ruangan itu seputar “waktu” dan banyak hal yang beliau terangkan kepada saya.

Keinginan dosen yang menginginkan saya lulus dengan cepaat

Di Program studi yang saya ambil, pada semester 8 itu, sudah banyak yang berterbaran mendapatkan gelar S.E, sampai saat ini pun kira-kira 20-40% dari total mahasiswa sudah lulus semua (terus kenapa?). sebenarnya bukan hal yang esensial juga sih, namun bisa dibilang kelulusan adalah suatu hal yang ditunggu-tunggu mahasiswa (tentu keluarganya juga). Kemarin adalah hari terakhir perkuliahan dan 2 minggu lagi saya pun akan menjalani UAS (Ujian Akhir Sekali : versi saya) kemarin pula surat untk perusahaan yang akan saya teliti telah selesai dibuat. rencananya senin saya pun akan terjun langsung ke tempat penelitian.

Konsultasi terakhir dengan pembimbing skripsi saya adalah beliau menginginkan saya segera lulus (karena beliau ingin agar anak didiknya cepat untuk melangkah ke jenjang selanjutnya). Pesan beliau adalah “jangan hanya kita mencari ilmu dari satu tempat saja…” oleh karenanya menyelesaikan pendidikan dengan cepatn dan tepat pun adalah sebuah ibadah”.

Beliau pun menargetkan saya agar

bulan JUNI ini sudah bisa SEMINAR HASIL, dan JULI sudah SIDANG,

saya pun hanya bisa berusaha semampu saya, mudah-mudahan target itu pun dapat tercapai dengan kinerja saya. Akhirnya saya ucapkan terimakasih bapak yang telah membimbing saya, memberikan pelajaran selama semester 8 ini…
dan terimakasih karena telah membuat pada saat Perkuliahan semester terakhir ini selesai. Proposal penelitian saya pun selesai.

 

 

About kang Rahmat

Sedang berusaha membangun ABdi Group, MRL, dan M&M. | mau lebih kenal dekat, cek Notes kang Rahmat di http://rahmatnugraha.net

Posted on 2 Juni 2012, in detik demi detik, Diary and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: