Mencari Sosok Mak Comblang yang lain, :D

“Mencari makcomblang itu ibarat????”  -jawablah terserah anda wkwkwk

Kali ini hanya ingin mencurahkan isi hati, lewat tulisan ini pula ane pingin semua orang tahu, semua mengerti, dan semua orang mencari referensi. Hasil keputusan dikembalikan kepada akumulasi pemikiran masing-masing karena masing-masinglah yang tahu akan kebutuhan, masing-masinglah yang tahu akan keinginan. Toh kita ini punya hak untuk memilih, punya hak untuk dipilih. Tapi yang jelas tetaplah beretika karena beretika adalah sebuah ajaran yang dari kecil sudah dikenalkan oleh indonesia dan Agama.

Haha, kata pembuka tadi itu nyambung banget nih ama yang bakal ane ungkapin disini. Yaodah deh biar tau sosok “makcomblang yang lain” yuk simak yang satu ini, cekidot😀

Pengertian Makcomblang

Ets udah masuk ke blog ini mending tuntasin deh untuk tahu dan membaca lebih jelas tentang makcomblang yang bakalan ane  bahas ini gan, jangan beranjak dulu… sedikit maksa tapi mudah-mudahan jadi asupan pemikiran yang bisa diambil positifnya. Heu

Siapa sih Makcomblang yang satu ini?

Maksud dari makcomblang yang ane posting disini adalah makcomblangnya antara perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software)  dengan kita (agan dan aganwati dan ane sendiri  : P) sebagai brainware. Jadi pada tahu kan maksudnya makcomblang disini, yaitu sebut saja sebuah Sistem operasi perangkat Lunak (software) yang tugasnya seperti tadi ane sampaikan hehe. Dan makcomblang disini bukan emaknya si comblang apalagi istrinya pak comblang haha *garing mode On.

Ada siapa sajakah sih makcomblang itu?

Pada dasarnya yang ane tahu tentang makcomblang yang ane tahu baru mengenal Microsoft windows, Linux, Mac OS, apalagi yak?? Haha coba gugling aja deh gan biar lengkapnya!😛

Kenapa Sistem Operasi disebut sebagai Makcomblang

          Begini ceritanya agan dan aganwati yang diberkahi Tuhan Yang Maha Esa (aminin dong gan hehe, doa itu baik lho, :D). Kan kita sekarang ceritanya punya PC (Personal Computer) atau buat yang udah kaya punya leptop deh contohnya, nah kan di Laptop dan PC itu ada Hardware nya semisal Processor, memori akses acak (RAM), HDD (HardDisk Drive), Kartu Grafis (VGA) dan kartu suara (Soundcard).. kartu apa lagi ya ane lupa, Apa coba gan? (yang jelas kalo kartu kuning gak ada disini gan haha). Sebut saja di kumpulan tadi itu adalah benda mati atau benda keras makanya disebut Hardware gan. Nah disamping itu agan dan aganwati tahu kan ada juga perangkat /program lunak/aplikasi/sofware semisal File manajer, Mozilla Firefox, Google Chrome, winamp, VLC, Skype dan kawan-kawannya, nah itu juga benda mati gan, tapi mereka mati dan tegolong makhluk halus (haha) karena memang gak dapat diraba, makanya sering disebut Software.

Nah jika kedua benda antara benda mati kasar dengan benda mati halus itu digabungkan akan terbentuk sebuah perpaduan yang keren gan dan ganwati. Perpaduan itulah yang hanya bisa dilakukan oleh Sistem operasi. Sehingga sistem operasi memang bisa diumpamakan sebagai ruh/jiwa untuk benda mati-benda mati tersebut (baik yang kasar maupun yang halus). Dan Sistem Operasi inilah yang dimaksud ane makcombang gan. hehe

Makanya si makcomblang ini perannya besar banget gan dan aganwati buat si brainware (khususnya manusia. Lha emang makhluk apa lagi ya yang ngegunain komputer #NgacaDiri). Karena tanpa makcomblang kita tidak bisa seperti sekarang ini, mengoperasikan komputer dengan enak karena perpaduan Hardware dan Software.

Fakta Tentang Makcomblang

Kadang ane berpikir nih gan dan aganwati, kok bisa ya sampai saat ini manusia di dunia terlebih di Indonesia demen banget ama Sistem Operasi Wind*ws? (baca: walaupun diantaranya banyak juga yang menggunakan operasi non OS Microsoft Wind*ws). Kalo ane sedikit meneliti lewat lensa mata dan fokus mata normal (wedesss)… dari hasil penelitian tersebut ane melihat dari data sebaran normal, sebagian besar temen-temen di sekitar ane adalah pengguna OS Microsoft Wind*ws ini. memang sih ada sebuah budaya yang sudah mendarah daging mungkin dari mulai kita sekolah pertama kali megang komputer pasti sudah ditanami dengan OS wind*ws di dalamnya, jadinya kita terpaksa, setelah itu jadi biasa, dan setelah itu gak mau melepas lagi Sistem operasi, sebutlah wind*ws. Kebayang juga kan kontribusinya bagi orang-orang yang punya perusahaan ini kalo setiap anak kecil udah ngegunain wind*ws, udah gede asyik dengan wind*wa, udah jadi pengusaha/orang besar ngambil tender bareng wind*ws dan udah tua ngewarisin wind*ws ke generasi selanjutnya (Ruarrrrrrrrrrrrrr biasa), jangan sampe deh perusahaan ini malah nantinya jadi perusahaan monopoli (buka buku UU anti monopoli di Indonesia!!).

Kalo dalam bahasa  teori Resistensi atau lebih nyaman dibaca teori penolakan, penggunaan OS selain wind*ws memang telah dihadapkan pada interaksi yang kadang menjadi penentangan bahkan dari sikap dan respons penolakan tak terelakan (coba aja deh ngajak orang lain biar sama-sama gunain OS selain wind*ws), pasti pada gak mau, hehe (studi kasus ditempat ane). Penolakan terhadap OS Lain dalam komputer yang digunakan tersebut memang merupakan konsekuensi logis akibat proses difusi Operating System dari Sistem Operasi yang berbeda (konteks disini OS banget nih gan). Maka OS yang baru dikenal atau jarang kedengeran suaranya itu jelas mengancam eksistensi OS lama yang telah berkembang di dan berurat serta berakar, akarnya pun udah tua dan kuat lagi. Gak salah juga sih dengan yang namanya si Wind*ws, toh memang orang-orang yang mengelolanya mungkin bener-bener konsen di bidang permakcombangan antara makhluk mati (keras dan lunak) tersebut dan si perusahaan ini disisi lain udah terorganisir dengan baik, semangatnya juga kayaknya udah sejangkung gunung himalaya makanya bisa berjaya juga di pasar permakcomblangan hehe.

Mulai mengenali makcomblang lain yuk!

Nah, akhir akhir ini ane juga sedikit mencari referensi tentang makcomblang lain gan, ane bukan pakar sih, kalo agan dan ane ingin belajar biar tambah mantep tentang per OS-an mungkin kita harus banyak membaca buku-buku komputer plus belajar juga sama yang ahlinya. Tapi disini ane hanya memberikan referensi biar kita gak terlalu terpaku pada satu OS saja. Toh, banyak juga alternatif OS yang bisa digunain untuk membantu aktivitas kita (walaupun memang perlu disadari mungkin OS lain itu punya kelebihan dan bahkan kekurangannya masing-masing).

Untuk ane sendiri tentang dunia permakcomblangan ini sekarang alhamdulillah udah mulai mengenal yang namanya Sabili Uhud, Linux Mint, Sundara OS, BlankOn (basis makcomblang GNU/Linux), selanjutnya Windows XP, Windows 7 OS (basis makcomblang Windows), dan yang belum ane kenali Cuma makcomblang Mac OS (doain gan tahun 2012 ini ane bisa dapat makcomblang yang satu ini, Aminnn Ya Allah).

Oiya tahun-tahun mendatang kayaknya bakalan ada makcomblang yang lebih keren deh, kebetulan kemarin ane buka Chrome OS atau Google OS ya ane lupa lagi (pokoknya salah satu unsur kata Google Chrome) di mbah google, nah ini OS adalah projeknya kedepan dari perusahaan Google, ane gak tahu Launchingnya tahun kapan Cuma ane ikut mantau aja gan. yang ane lihat sekilas OS ini secara Full menggunakan Internet (jadi nanti kita bisa jadi gak perlu install apapun di PC atau Laptop dengan OS ini) toh semuanya sudah disedian di internet oleh perusahaan ini. Jadi ini prediksi ane Langkahnya perusahaan ini telah dimulai, itu kenapa kita sekarang udah dikenalin dengan Googledoc, ngetik secara Online, lihat video secara Online (alasan kenapa Google membeli Youtube), ada Google Plus untuk media sosialnya juga dkknya deh. Dan mereka kayaknya memprediksi jaman mendatang yang namanya Internet bakal jadi bahan kebutuhan yang tidak terlepaskan dari masyarakat seantero dunia, makanya ane lihat visi mereka mendatang bakal membuat semuanya serba Online. Bagaimana ya dengan perusahaan lain? Hmm mantau juga deh. Biar agan-agan lebih tahu coba di gugling juga makcomblang-makcomblang tersebut.

Sebenarnya tulisan ini bukan sebuah provokasi tapi adalah sebuah demokrasi di bidang permakcomblangan (eh maksudnya dunia per Sistem Operasian), hakikatnya menggali kembali nilai-nilai demokrasi yang ada di negara kita. Kan dengan demokrasi juga mengajari kita bahwa kita inilah yang mencari referensi, memutuskan, dan menjadikannya nilai untuk kita bersama. Mengutip sebuah pengertian demokrasi (dari, oleh dan untuk kita) So, biar kita jadi brainware yang cerdas, mencari referensi tentang Sistem Operasi yang tersedia untuk menambah wawasan adalah kunci utama yang cerdas dalam membantu menjalankan aktivitas dan rutinitas kita.

Tulisan ini terispirasi dari buku komunitas pengembang BlankOn. Hhmmm.

About kang Rahmat

Sedang berusaha membangun ABdi Group, MRL, dan M&M. | mau lebih kenal dekat, cek Notes kang Rahmat di http://rahmatnugraha.net

Posted on 15 Mei 2012, in Case Studies, Featured, Opinion and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: