Personal Branding | Memperkuat diri

Jejak langkah seseorang tidak akan terlepas dari “Personal Branding”, setiap hari, dalam setiap aktivitas keseharian kita semuanya adalah penentu personal branding kita. Siapa yang kuat menjaga brand personal, maka itulah gambaran keseluruhan diri seseorang yang akan dinilai orang lain. Personal branding bisa dikatakan sebagai bentuk penilaian dari pihak eksternal terhadap personal seseorang (dilandasi motif, tujuan, dan nilai yang dianut oleh orang tersebut).

“Personal Branding starts with aspiration and trust, not popularity (Noeh, 2010)”

Personal Branding tingkatan lebih tinggi dari Public Relations
Untuk menjaga personal branding kita, pertama-tama yang harus dilakukan adalah dengan membentuk jaringan masyarakat – Public Relations (PR) yang optimal. Dengan PR tentunya dapat membentuk sebuah hubungan harmonis dan elegan dalam setiap aktivitas yang didalamnya akan terkandung nilai-nilai ketersalingan, nilai-nilai keterhubungan antara personal dengan masyarakat.

Public Relations (PR) lebih dikenal di Indonesia dengan bidang Hubungan Masyarakat (HUMAS). Sebagai ilmu pengetahuan, PR masih relatif baru bagi masyarakat Indonesia. PR sendiri merupakan gabungan berbagai imu dan termasuk dalam jajaran ilmu-ilmu sosial seperti halnya ilmu politik, ekonomi, sejarah, psikologi, sosiologi, komunikasi dan lain-lain.

          Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini PR mengalami perkembangan yang sangat cepat. Namun perkembangan PR dalam setiap negara itu tak sama baik bentuk maupun kualitasnya. Proses perkembangan PR lebih banyak ditentukan oleh situasi masyarakat yang kompleks, terlebih di indonesia yang notabene budaya nya relatif lebih kental. Disini ada sebuah kebutuhan masyarakat akan sebuah keteladanan terhadap personal seseorang, sehingga akan memungkinkan yang memiliki peran dominan adalah mereka yang akan dianggap oleh masyarakat adalah mereka yang memiliki keteladan lebih dibanding masyarakat lainnya (terlepas apakah seseorang itu berkompeten atau tidak), saya pun kadang bertanya apakah tipikal seperti ini mendekati tipikal pemimpin yang kharismatik? Bisa jadi iya.

PR yang merupakan bagian dari Personal Branding itu sendiri adalah sebuah sarana bagi para pemimpin (leader) atau pribadi seseorang untuk membangun politik pencitraan. Politik pencitraan erat kaitannya dengan perbaikan dan pembentukan branding personal agar bisa diterima oleh berbagai pihak dalam sebuah komunitas (baca: bisa jadi sebuah negara, atau dunia). Untuk pencitraan yang tak hanya berhubungan langsung dengan masyarakat nyata, namun di dunia maya – era digital seperti sekarang ini tidak pernah terlepas jaringan internet tentunya yang bisa menyulap citra seseorang “baik itu citra buruk maupun citra terbaik” yang didukung oleh penguatan dari jaringan maya yang seseorang miliki.

Dalam konteks personal branding, Leadership (kepemimpinan) itu merupakan TRUST Personal branding level tinggi. Karena menyangkut hal komitmen seseorang dan kejujuran yang dilandasi dengan kompetensi dan keunikan yang dimiliki.

Bagaimana ketercapaian Personal Branding seseorang?
Untuk menjawab Pertanyaan ini akan diilustrasikan dalam beberapa hal, yaitu: 1) Personal Branding dapat dicapai dengan membuat lingkungan yang terpadu disituasi bisnis dan masyarakatnya, sehingga personal dapat menjadi sosok yang memiliki pengaruh yang tinggi (2) membangun kepercayaan dan aspirasi. (3) berkomitmen terhadap kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat itu sendiri.

Personal Branding Internal
Personal Branding internal merupakan Merk personal yang dibentuk seseorang agar kita semakin memperkuat hal-hal yang publik inginkan dengan melihat kita. Personal branding internal memiliki peranan yang sangat kuat dalam pembentukan baik itu pencitraan maupun keteladanan karena diawali oleh pembentukan, visi dan niatan yang .

Personal Branding Eksternal
Personal Branding Eksternal adalah menyangkut hal-hal yang public lihat saja, jadi bisa dibilang personal branding Eksternal adalah “Hanya menyangkut Output yang dilihat oleh masyarakat” terhadap seseorang.

Menjadi Seseorang yang memiliki Personal Branding yang Mantap
Dalam pandangan saya, Ada 5 langkah agar merk personal (Personal Branding) kita menjadi Mantap
1. Appromate | kesopanan
Kesopanan diperlukan karena menyangkut berbagai kepentingan didalamnya yang menekankan kepada nilai, budaya, dan prinsip seseorang. Saat ingin mulai membuat personal branding dengan tujuan untuk diingat oleh orang lain, konteks kesopanan adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan.
2. Meaningfull | mempunyai arti
Setelah kesopanan terselesaikan, langkah ke dua yang harus dilakukan adalah dengan membentuk pribadi yang memiliki arti. Dengan maksud, keberadaan kita dalam sebuah organisasi ataupun dalam sebuah komunitas “bukan hanya jadi angin lalu” tapi juga punya arti bagi sekitar, baik itu dihasilkan dengan komitmen yang terjaga, kinerja yang optimal, maupun pengabdian yang konsisten.
3. Memorable | dapat diingat
4. Understanble | dapat dipahami
5. Believable | terpercaya

Untuk Pengertian Memorable, Understanble, dan Believe akan dibahas lebih lanjut pada postingan selanjutnya…

Catatan Penguat diri 10 Mei 2012

About kang Rahmat

Sedang berusaha membangun ABdi Group, MRL, dan M&M. | mau lebih kenal dekat, cek Notes kang Rahmat di http://rahmatnugraha.net

Posted on 10 Mei 2012, in Marketing, Marketing and Business, Opinion and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: