Kelembagaan Ekonomi Syariah dalam Menghadapi Globalisasi Bidang Agribisnis!!!

Pembangunan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari sumbangan sector Pertanian. Adapun Pertanian merupakan penyumbang Produk Domestik Bruto, penyedia lapangan pekerjaan, penghasil devisa dan juga sebagai penyedia kebutuhan pangan nasional. Salah satu upaya dalam pembangunan pertanian berkelanjutan adalah dengan memandang pertanian sebagai suatu sistem yang saling terkait yaitu dengan konsep agribisnis.

Agribisnis
Agribisnis didefinisikan sebagai keseluruhan aktivitas produksi dan distribusi sarana produksi usaha tani, aktivitas usaha tani, serta penyimpanan, pengolahan, distribusi komoditas usaha tani, dan aktivitas lain yang membentuk produk tersebut. Sistem Agribisnis merupakan suatu sistem yang terdiri dari sub-sub sistem yang saling terkait satu sama lainnya (Kohls and Uhl, 2002). Sub-sub sistem tersebut adalah sub-sistem penawaran input pertanian, sub-sistem usaha tani, sub-sistem tataniaga, dan sub-sistem penunjang. Dalam sub-sistem tataniaga atau pemasaran produk pertanian merupakan suatu sistem yang mengalir produk dari petani sampai dikonsumsi oleh konsumen akhir.

Pengembangan Sektor Agribisnis

Pengembangan sektor agribisnis di masa depan, khususnya menghadapi era globalisasi, akan menghadapi sejumlah tantangan besar yang bersumber dari tuntutan pembangunan ekonomi domestik, perubahan lingkungan ekonomi Internasional, baik karena pengaruh liberalisasi ekonomi maupun karena perubahan-perubahan fundamental dalam pasar produk agribisnis internasional.

Aplikasi ekonomi Islam bukan hanya untuk kepentingan umat Islam semata. Ekonomi Islam mengajarkan  fokus pada penegakan keadilan sehingga bersifat inklusif, yaitu harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Tidak ada sekat antara sektor moneter dan riil, sehingga menyentuh langsung sektor riil. Islam memperbolehkan jual beli dan mengharamkan riba (Q.S 2:275). Oleh sebab itu, kelembagaan sosial berbasis ekonomi syariah merupakan sebuah solusi untuk mencipatakan kesejahteraan yang adil dan merata.

Konsep Kelembagaan Sosial Berbasis Ekonomi Syariah

Meskipun kondisi dilapang menyebutkan bahwa terdapat faktor-faktor yang menjadi kendala dalam pembangunan perekonomian ini, antara lain sumberdaya manusia perdesaan serta peran pemerintah dan swasta yang belum sepenuhnya memberikan perhatian terhadap sistem ekonomi syariah, spesialisasi dan lokalisasi produk-produk agribisnis dengan program one village one product yang diimplementasikan melalui kelembagaan sosial berbasis ekonomi syariah dirasa sangat tepat. Konsep yang ingin dikembangkan melalui program ini adalah konsep satu komoditas satu desa atau pengembangan komoditas lokal dengan spesialisasi dan lokalisasi produk agribisnis yang merupakan salah satu kunci efisiensi terhadap sistem agribisnis hulu sampai hilir, sehingga produk agribisnis dapat bersaing dengan produk dari Negara lain. Melalui program ini diharapkan setiap desa atau wilayah mampu membangun dan meningkatkan daya saing produk. Petani yang menjadi aktor dalam pembangunan ini akan lebih terbantu dengan lembaga yang ada karena akan terpusat dalam produksi, pengelolaan, pengolahan dan pemasaran hasil komoditas lokal tanpa harus berhadapan dengan tengkulak yang menyengsarakan kehidupannya.

Dampak lain dari program ini adalah optimalisasi sumberdaya alam yang ada, peningkatan lapangan pekerjaan pada bidang pertanian, peningkatan pendapatan petani yang pada akhirnya akan membangun perekonomian yang berbasis pada pertanian komoditas lokal. Serta dengan diusungnya ekonomi syariah sebagai basis dalam pelaksanaan kelembagaan sosial pertanian diharapkan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh umat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha.

Maka, dengan sistem ekonomi Islam, ekonomi dunia dan negara akan jauh lebih stabil dan tentunya jauh lebih adil. Mudharat dan bahaya sistem ekonomi liberal telah terbukti nyata di berbagai belahan dunia. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa sistem ekonomi Islam adalah solusi terbaik untuk kesejahteraan yang adil dan merata.

About kang Rahmat

Sedang berusaha membangun ABdi Group, MRL, dan M&M. | mau lebih kenal dekat, cek Notes kang Rahmat di http://rahmatnugraha.net

Posted on 4 Februari 2012, in Featured, Islamic Finance, Opinion and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. saya habis membaca artikel di blog anda ini. sangat inspiratif dan mencerahkan. Thanks informasinya tentang pertanian.Mari kita majukan pertanian di indonesia.

  2. super sekali ni mas artikel’a, ane baca sampe tuntas dn mmang luar biasa. krn ni blog pribadi’a mas, ane follow deh. biar nti bisa baca2 tulisan yg laen’a dn silaturhmi jg g putus.

    salam ukhuwah,

  3. alhamdulillah mas, oh iya,
    salam ukhuwah juga.
    btw untuk selanjutnya blog saya sudah migrasi ya mas ke

    http://www.rahmatnugraha.net

    mudah-mudahan tulisan di blog saya yang baru akan lebih luar biasa lagi🙂
    ditunggu kunjungannya😀
    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: