Memperingati 1 tahun diakuinya Angklung sebagai warisan budaya Indonesia oleh Internasional

Angklung is Indonesia

Sedang sedikit kagum dengan yang namanya angklung 2 pekan terakhir ini. Mungkin salah satu efek dari latihan angklung untuk acara festival pekan angklung Indonesia hari senin (12 desember 2011) yang akan diikuti oleh kami di Mall of Indonesia. Nah bagi yang ingin lihat performa tim kami, Yuk, ikut nonton pertunjukan kami di Festival Pekan Angklung Indonesia.

PAI (Pekan angklung Indonesia) merupakan sebuah acara Untuk memperingati satu tahun diresmikannya Angklung sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia,  Angklung is Indonesia bekerja sama dengan Jaya Suprana School of Performing Arts beserta Mall of Indonesia menggelar Pekan Angklung Indonesia (PAI) 2011. Pekan Angklung Indonesia 2011 merupakan sebuah perhelatan bagi seluruh penikmat & pencinta angklung untuk berkumpul, berapresiasi dan menggali ilmu lebih tentang angklung.

Sedikit mengingat apa itu angklung, dalam tulisan blog kali ini setelah saya menemukan refferensi dari berbagai sumber, akhirnya jadilah tulisan ini. “Memperingati 1 tahun Angklung sebagai warisan budaya Indonesia”

Apasih Angklung??
Bagi beberapa orang indonesia, saya kira sebagian besar  sudah mengenal apa itu angklung, apalagi setelah angklung telah mendapatkankan pengakuan dari internasional (UNESCO). Akan tetapi di tulisan kali ini saya akan mereview dan menelusuri tentang angklung berdasarkan dari berbagai sumber mengenai angklung itu sendiri. mudah-mudahan mengingatkan kembali kepada kita tentang warisan budaya. nah dari beberapa sumber saya mendapati, bahwa Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa sunda di Pulau Jawa bagian barat.

Alat musik ini dibuat dari bambu, dan dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah Salendro dan pelog. akan tetapi bagi kalangan musik modern, Angklung ini meliputi nada-nada pentatonis juga, sehingga klop juga jika digunakan sebagai pengiring untuk musik-musik yang bernada pentatonis dan diatonis sekalipun.

Angklung is Indonesia

Sejarah Mengenai Angklung
Asal muasal terciptanya musik angklung tak bisa dilepaskan dari pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi sebagai makanan pokok, yang melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi, pemberi kehidupan. Kendati muncul pertamakali di daerah Jawa Barat, angklung dalam perkembangannya, berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera.
Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana. Bahkan, sejak 1966, Udjo Ngalagena tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas seperti saung Angklung Udjo.

Nilai- Nilai yang terkandung dalam angklung
Dalam angklung ada banyak nilai-nilai yang bisa diambil. Dan ini tantangan ke depan, ketika angklung sudah merupakan warisan dunia tak benda, nilai-nilai lain itu harus lebih dimasyarakatkan. Tantangan ke depan, lanjutnya, bagaimana angklung digunakan dalam industri kesehatan, seperti untuk terapi kesehatan dan banyak nilai-nilai lain yang bisa dikembangkan.

Pengakuan Angklung di mata Internasional
Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010
Alat musik angklung yang merupakan khasanah budaya Indonesia, pada sidang ke-5 Inter-Governmental Committe Unesco di Nairobi, Kenya, 16 November pukul 16.20 waktu setempat, ditetapkan sebagai The Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.
Direktur Jenderal Nilai Budaya Seni dan Film Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tjetjep Suparman, yang juga Pimpinan Delegasi Republik Indonesia pada sidang tersebut mengatakan, ditetapkannya alat musik angklung ini sebagai The Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity, merupakan kebanggaan bagi Indonesia.

Penggiat Angklung di Indonesia
Seiring dengan diresmikannya Angklung sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2010, merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia untuk dapat melestarikan serta mengembangkan budaya Angklung di masyarakat. banyak gerakan penggiat angklung di indonesia yang telah dikembangkan sejak lama. selain Saung Angklung Udjo, ada juga gerakan Angklung is Indonesia (#AngklungUnite), selain itu dapat pula kita temui dibeberapa instansi pendidikan, pengenalan tentang angklung ini telah menjadi gerakan masiv tersendiri (khususnya instansi pendidikan di daerah Jawa Barat). Tidak terlepas Gentra Kaheman yang salah satunya juga mengembangkan seni bermain angklung untuk mengenalkan angklung kepada mahasiswa di IPB (Bogor Agricultural University)

Sebuah Persembahan
Nah di akhir bagian tulisan ini, saya hanya ingin sedikit mengulas, mungkin salah satu bentuk tindakan real yang bisa saya dan teman-teman saya lakukan dalam menjaga warisan budaya (baca: angklung dan lainnya) adalah dengan latihan dan mempersembahkan sebuah instrumen angklung dengan alat musik yang kita miliki, merekamnya biar terdokumentasi dan menyebarkannya di media online (agar bisa dinikmati seluruh masyarakat online di dunia (haha) dan jadilah seperti ini.

pasti tau kan lagunya apa? instrumen yang kita bawakn adalah Wind of Change – Scorpions (on Angklung)

Harapan saya dan Rekan-Rekan
Dengan membawakan instrumen ini bersama teman-teman jujur saya sangat senang sekali, mudah-mudahan sih harapan kami yang terdekat penampilan kami untuk festival dalam pekan angklung indonesia 2011 di Mall Of Indonesia dapat berjalan dengan lancar dan kami dapat mempersembahkan yang terbaik yang kami bisa😀

Do’akan ya Temen-Temen Pembaca😀

 

About kang Rahmat

Sedang berusaha membangun ABdi Group, MRL, dan M&M. | mau lebih kenal dekat, cek Notes kang Rahmat di http://rahmatnugraha.net

Posted on 9 Desember 2011, in Art, Featured, Unique and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: