Consumer Awareness

BAB 6:

PENGETAHUAN KONSUMEN (CHAPTER 6: CONSUMER AWARENESS)

Pengetahuan konsumen mempengaruhi keputusan pembelian. Hal ini sejalan dengan pengetahuan konsumen yangbanyak, maka ia akan lebih baik dalam mengambil keputusan, ia akan lebih efisien dan lebih tepat dalam mengolah informasi dan mampu merecall informasi dengan lebih baik. Menurut Sumarwan (2002) didasarkan pada 2 definisi dari Mower dan Minor (1998) dan Engel, Blackwell dan Miniard (1995, hal 337) dapat diartikan bahwa Pengetahuan Konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk dan jasa serta pengetahuan lainnya yang terkait dengan produk dan jasa tersebut dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.

Pengetahuan dalam kacamata para Ahli Psikologi kognitif dibagi kedalam Pengetahuan deklaratif (declarative Knowledge): fakta subyektif yang diketahui oleh seseorang dan tidak harus sesuai dengan realitas sebenarnya, dan Pengetahuan Prosedur (prosedural Knowledge): pengetahuan mengenai bagaimana fakta-fakta digunakan. Pengetahuan yang lebih aplikatif mengenai pemasaran digagas oleh Engel, Blackwell dan Miniard (1995) dengan membagi pengetahuan konsumen kedalam 3 macam: Pengetahuan Produk, Pengetahuan Pembelian, dan Pengetahuan Pemakaian.
Pengetahuan produk merupakan kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk (meliputi kategori: produk, merk, terminologi produk atribut/fitur produk, harga produk dan kepercayaan mengenai produk). Peter dan Olson (1999) menyebutkan bahwa Tingkat pengetahuan produk yang dimiliki konsumen meliputi: Kelas Produk, bentuk produk, merk, dan model/fitur. Adapun jenis pengetahuan produk terbagi kedalam: Pengetahuan tentang karakteristik atau atribut produk: semua hal yang melekat dan membedakan produk satu dengan produk yang lainnya, pengetahuan tentang manfaat produk (manfaat fungsional dan manfaat psikososial): informasi mengenai pengetahuan dan manfaat yang dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi produk, dan pengetahuan tentang kepuasan yang diberikan produk terhadap konsumen.
Selain manfaat yang bersifat positif yang dirasakan oleh konsumen, adapula manfaat negatif yang dirasakan oleh konsumen yang disebut sebagai Risiko. Risiko didapat oleh konsumen akibat mengkonsumsi atau tidak mengkonsumsi suatu produk. Seringkali manfaat negatif tersebut dirasakan berdasarkan kepada persepsinya mengenai manfaat tersebut (perceived risk). Ada dua hal penting untuk memahami persepsi risiko yaitu adanya ketidakpastian (uncertainty) dan konsekuensi (consequency): manfaat atau outcome yang dirasakan setelah memberli atau mengkonsumsi produk. Persepsi risiko akan mempengaruhi jumlah informasi yang dicari konsumen. Persepsi risiko dapat dibagi kedalam 7 macam yaitu: Risiko Fungsi, Risiko Keuangan, Risiko Fisik, Risiko Psikologis, Risiko Sosial, Risiko Waktu dan Risiko Hilangnya Kesempatan.
Informasi yang diproses oleh konsumen untuk memperoleh suatu produk didapatkan dari pengetahuan produk. Pengetahuan produk terdiri atas pengetahuan tentang tempat membeli produk dan kapan membeli produk. Ketika konsumen memutuskan untuk membeli suatu produk, maka ia akan menentukan dimana ia memeberli produk tersebut dan kapan akan membelinya. Peter dan Olson (1999) menguraikan perilaku membeli pada pembahasan bab Decision Making dan Bab Analyzing Consumer Behaviors. Perilaku memberli memiliki urutan sebagai berikut: Store Contact (meliputi tindakan mencari outlet, pergi ke outlet, dan memasuki outlet), Product Contact (konsumen akan mencari lokasi produk, mengambil produk tersebut dan membawanya ke kasir), dan Transaction (konsumen akan membayar produk dengan tunai, kartu kredit, kartu debet dan alat pembayaran lainnya).
Dalam transaksi yang dilakukan oleh konsumen tidak terlepas dari teknologi yang digunakan. Dengan semakin majunya teknologi digital komputer dan informasi maka pola belanja seorang konsumen lebih bervariasi dan semakin meninggalkan pada belanja tradisional. Pada era globalisasi seperti sekarang ini sebagian besar pembelian dapat dilakukan tanpa uang tunai baik berbelanja di toko maupun berbelanja melalui mail order dan internet. Teknologi pun telah mengubah cara konsumen bertransaksi dan pengetahuan konsumen pun mengenai pembelian telah semakin meningkat.

Apabila barang telah konsumen dapatkan. Maka langkah selanjutnya adalah pengetahuan pemakaian. Hal ini akan menyebabkan suatu produk memberikan manfaat kepada konsumen jika produk tersebut telah digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen. Produsen alat-alat elektronik seperti Radio, VCD, TV selalu menyertakan buku petunjuk penggunaan alat kepada setiap produk yang dijualnya dengan tujuan agar konsumen bisa menggunakan produk tersebut dengan benar, sehingga bisa memberikan manfaat yang optimal kepada konsumen.

Summarized by Rahmat Nugraha (Majoring in Management Bogor Agricultural University (IPB) www.rahmatn08.student.ipb.ac.idwww.NugrahaRahmat.co.cc).College of based on ujang sumarwan.2003. Perilaku KonsumenTheory & Application in Marketingwww.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

About kang Rahmat

Sedang berusaha membangun ABdi Group, MRL, dan M&M. | mau lebih kenal dekat, cek Notes kang Rahmat di http://rahmatnugraha.net

Posted on 8 Mei 2011, in Course Material and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: